Religious Comments Pictures

Welcome Comments Pictures

Kamis, 19 Desember 2013

Kisah Artis-artis Cantik yang Akhirnya Berjilbab.

Menutup aurat dan menggunakan hijab merupakan perintah yang wajib dilaksanakan oleh seluruh muslimah yang sudah akil balig.
Allah memerintahkan umatNya untuk menjaga lisan, perilaku dan menutup aurat agar muslimah selalu terlindungi. Wanita adalah makhluk yang sangat dimuliakan oleh Allah SWT. Banyak yang belum menggunakan hijab dengan berbagai alasan. Ada yang belum siap, ada yang tidak nyaman menggunakan hijab dan berbagai alasan lainnya.
5 artis cantik Indonesia punya cerita tentang keputusan mereka berhijab dan tetap menjalankan karier dunia hiburannya dengan lancar walau tidak lagi memperlihatkan rambut dan bagian tubuh dengan terbuka. Baca kisah selengkapnya berikut ini :
Nuri Maulida
Nuri Maulida mengawali karier keartisannya dari dunia modelling. Wanita cantik ini menyukai dunia entertainment dan masih eksis hingga sekarang. Dulu Nuri tidak menggunakan hijab, namun setelah mempelajari agama lebih dalam, Nuri tahu bahwa dirinya harus menutup aurat untuk meraih pintu surga Allah. Nuri mengaku bahwa dirinya memutuskan mengenakan jilbab lantaran sering membaca buku agama dan kebiasaan mengenakan jilbab sejak umroh. Sebelumnya, perempuan yang akrab disapa Nuri ini sempat khawatir dengan rezekinya jika ia mengenakan jilbab.
“Dulu berpikir, aduh kalo aku berhijab gimana rezeki aku? Nyarinya dari sini, nih. Apa akan hilang atau apa? Ragu, tapi sekarang akhirnya datang sendiri ya hidayah itu. Jodoh, rezeki, maut, semua Allah yang ngatur, aku serahin semua sama Allah,” katanya. Kini Nuri konsisten menggunakan hijab yang menutup seluruh auratnya dan kariernya juga tetap cemerlang. Nuri memilih gaya hijab yang feminin, sesuai dengan kepribadiannya.
Marshanda
Marshanda menjadi artis sejak dirinya masih anak-anak. Caca, panggilan akrab Marshanda sudah terkenal dengan perannya yang protagonis di setiap sinetron yang dibintanginya. Di usia muda, Caca berani memutuskan untuk menggunakan hijab. Padahal dulu, Caca mencibir ketika dianjurkan untuk memakai hijab. Semua berubah ketika pada tahun 2010 Caca akhirnya berhijab.
Saat itu, Marshanda dalam proses memperbaiki agama, mulai dari mengaji dan salat. Dari situ ia belajar untuk bersyukur lebih banyak. Makin banyak bersyukur, makin banyak kasih sayang yang diberikan Allah padanya. Caca sempat ditawari untuk membintangi film terkenal tapi wanita yang kini tengah memiliki bayi lucu ini menolak karena harus membuka hijab. Baginay hijab tidak boleh dipermainkan begitu saja dipakai dan dilepas sesuka hati. Caca sendiri memilih gaya berhijab yang trendy dan casual.
Zaskia Sungkar
Artis pemilik wajah baby face, Zaskia Sungkar merasa hidupnya begitu sempurna dan bahagia. Memiliki keluarga yang selalu mendukungnya, suami yang setia dan karier yang bagus. Namun Zaskia merasa ada yang kurang. Hatinya masih terasa kosong. Semua kesenangan duniawi tidak bisa mengobati kekosongan yang dirasakannya. Setelah bercerita panjang lebar dengan ibunda tercinta, Zaskia memutuskan untuk berhijab. Zaskia memilih gaya berhijab yang sederhana namun menenangkan jiwa.
Zaskia Adya Mecca
Siapa yang tidak kenal dengan Zaskia Adya Mecca? Cantik, berbakat dan aktingnya bagus. Zaskia menikmati kariernya di dunia selebriti dan menemukan bahwa hijab membuat hidupnya lebih tenang. “Aku berhijab karena Allah dan aku ikhlas menutup diri” ujar Ia, sapaan akrab Zaskia. Zaskiapun mulai mengenakan jilbab dan menolak tawaran syuting yang memintanya melepas hijab. Namun Allah senantiasa membukakan pintu rezeki bagi Zaskia. Walau berhijab, istri dari Hanung Bramantyo ini tetap bisa meniti karier bahkan film dan sinetron yang dibintanginya selalu menjadi favorit masyarakat Indonesia.
Fatin Shidqia Lubis
Masih remaja, punya suara bagus dan menjadi juara X Factor Indonesia. Dialah Fatin Shidqia atau yang biasa dikenal dengan nama Fatin ini menjadi satu-satunya kontestan ajang pencarian bakat itu yang menggunakan hijab. Gadis cantik berusia 17 tahun ini menggunakan hijab setiap harinya. Fatin tidak malu ataupun canggung walau dirinya hanya berpenampilan sederhana. Terbukti dengan kesederhaan dan menutup aurat, Fatin tetap bisa berprestasi dan memenangkan X Factor Indonesia. Bagi Fatin, hijab sudah menjadi bagian hidupnya dan tidak akan dilepaskan karena alasan apapun.
5 artis cantik ini tidak takut berhijab dan justru mendapat banyak hidayah dan pahala serta kebahagiaan dengan berhijab. Berhijab akan membuka pintu-pintu kebahagiaan yang belu pernah Anda kira sebelumnya.

Ancaman Bagi Orang yang Membuka Auratnya

Imam Muslim menuturkan sebuah riwayat, bahwasanya Rasulullah saw bersabda;
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَمْ أَرَهُمَا قَوْمٌ مَعَهُمْ سِيَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ وَنِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مُمِيلَاتٌ مَائِلَاتٌ رُءُوسُهُنَّ كَأَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَدْخُلْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَإِنَّ رِيحَهَا لَيُوجَدُ مِنْ مَسِيرَةِ كَذَا وَكَذَا
Ada dua golongan manusia yang menjadi penghuni neraka, yang sebelumnya aku tidak pernah melihatnya; yakni, sekelompok orang yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia; dan wanita yang membuka auratnya dan berpakaian tipis merangsang berlenggak-lenggok dan berlagak, kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan dapat masuk surga dan mencium baunya. Padahal, bau surga dapat tercium dari jarak sekian-sekian.”[HR. Imam Muslim].
Di dalam Syarah Shahih Muslim, Imam Nawawiy berkata, “Hadits ini termasuk salah satu mukjizat kenabian. Sungguh, akan muncul kedua golongan itu. Hadits ini bertutur tentang celaan kepada dua golongan tersebut. Sebagian ‘ulama berpendapat, bahwa maksud dari hadits ini adalah wanita-wanita yang ingkar terhadap nikmat, dan tidak pernah bersyukur atas karunia Allah.Sedangkan ulama lain berpendapat, bahwa mereka adalah wanita-wanita yang menutup sebagian tubuhnya, dan menyingkap sebagian tubuhnya yang lain, untuk menampakkan kecantikannya atau karena tujuan yang lain. Sebagian ulama lain berpendapat, mereka adalah wanita yang mengenakan pakaian tipis yang menampakkan warna kulitnya (transparan)…Kepala mereka digelung dengan kain kerudung, sorban, atau yang lainnya, hingga tampak besar seperti punuk onta.”
Imam Ahmad juga meriwayatkan sebuah hadits dari Abu Hurairah dengan redaksi berbeda.
صِنْفَانِ مِنْ أَهْلِ النَّارِ لَا أَرَاهُمَا بَعْدُ نِسَاءٌ كَاسِيَاتٌ عَارِيَاتٌ مَائِلَاتٌ مُمِيلَاتٌ عَلَى رُءُوسِهِنَّ مِثْلُ أَسْنِمَةِ الْبُخْتِ الْمَائِلَةِ لَا يَرَيْنَ الْجَنَّةَ وَلَا يَجِدْنَ رِيحَهَا وَرِجَالٌ مَعَهُمْ أَسْوَاطٌ كَأَذْنَابِ الْبَقَرِ يَضْرِبُونَ بِهَا النَّاسَ
Ada dua golongan penghuni neraka, yang aku tidak pernah melihat keduanya sebelumnya. Wanita-wanita yang telanjang, berpakaian tipis, dan berlenggak-lenggok, dan kepalanya digelung seperti punuk onta. Mereka tidak akan masuk surga, dan mencium baunya. Dan laki-laki yang memiliki cambuk seperti ekor sapi yang digunakan untuk menyakiti umat manusia “[HR. Imam Ahmad]
Hadits-hadits di atas merupakan ancaman yang sangat keras bagi wanita yang menampakkan sebagian atau keseluruhan auratnya, berbusana tipis, dan berlenggak-lenggok.

Tutorial Jilbab Paris nan Modis

Bookmark and Share

Tutorial Jilban Paris nan Modis. Untuk busana muslim yang memakai jilbab paris biasanya mengenakannya dengan membentuk segitiga dulu dengan model itu itu saja. Ini tentu saja akan membuat penampilan sista jadi  menoton dan tidak banyak kreasi yang bisa dilakukan. Untuk itu kali ini hijaberfashion akan berbagi cara yang berbeda dalam mengenakan jilbab paris. Tidak perlu membentuk segitiga dulu, Anda juga bisa tampil cantik dengan tutorial jilbab paris nan modis, namun tetap syar'i. Yuk ikuti caranya:





  1. Biarkan jilbab paris Anda tetap dalam bentuk segi empat.Pasang jilbab paris dengan salah satu sisi lebih panjang dan sisi yang pendek ditarik ke dalam sisi jilbab yang panjang
  2. Sematkan jarum pentul agar sisi jilbab yang ditarik ke bagian dalam sisi yang panjang tidak bergeser
  3. Tarik sisi jilbab yang lebih panjang kesebelah kanan dan sematkan kebelakang telinga dengan peniti. 
  4. Ambil bagian yang panjang sehingga menutupi dada dan angkat ke atas hingga ke atas kepala Anda.
  5. Ambil ujung kanan kanan jilbab yang baru saja Anda letakkan di kepala Anda. Sematkan dengan jarum pentul dengan jilbab dibagian depan.
  6. Berikan aksesoris diatas kepala untuk melengkapi penampilan Anda.Ok, Anda siap tampil modis.

Perempuan Turki Kini Boleh Berjilbab di Parlemen


Rubrik: Eropa | Kontributor: dakwatuna - 04/11/13 | 09:42 | 00 1434 H

Ilustrasi (Inet)
Ilustrasi (Inet)
dakwatuna.com – Ankara. Empat perempuan Turki berhasil meruntuhkan sekularisme Turki. Untuk pertama kali, keempat perempuan dari Partai Pembangunan dan Keadilan (AKP) menghadiri sidang parlemen, Kamis (30/10/2013) dengan mengenakan hijab. Sebelumnya, hijab merupakan hal terlarang dikenakan perempuan di Parlemen.
International Businees Times memberitakan, keempat perempuan itu adalah Sevde Bayazit Kacar, Gonul Bekin Sahkulubey, Nurcan Dalbudak dan Gulay Samanci yang masuk gedung parlemen tanpa diprotes oleh siapapun. Mereka juga memutuskan untuk mengenakan jilbab usai menunaikan ibadah haji bulan lalu.
“Saya tak akan menanggalkan jilbab saya,” tutur Sahkulubey kepada koran lokal. “Karena keputusan ini dilakukan antara Allah dan pengikutnya,” sambungnya.
Partai AKP yang dikenal moderat dan berkuasa sejak 2003, pelan-pelan mencabut larangan berjilbab yang diterapkan sejak lama. Bulan lalu, Turki mengizinkan para pegawai negeri perempuan mengenakan penutup kepala, walaupun sampai kini larangan berjilbab masih diberlakukan di beberapa tempat. Di antaranya di pengadilan, hakim, jaksa, petugas polisi dan personil militer.
“Saya mengerti peristiwa historis ini merupakan langkah penting dalam proses demokratisasi Turki,” kata PM Recep Tayyip Erdogan yang istrinya telah mengenakan hijab bersama istri Presiden Abdullah Gul.
Bagaimanapun kebijakan ini memercikkan kritik dari kelompok oposisi. Partai Rakyat Republik (CHP) misalnya menuduh Erdogan dan partainya mengkhianati cita-cita negara modern dan sekular yang dicanangkan Mustafa Kemal Ataturk, 1923.
CHP juga mengancam hendak membuat keributan di parlemen sebelum keempat perempuan itu masuk ke gedung parlemen. Seperti yang dialami Merve Safa Kavakci pada 1999. Wakil Partai Kebajikan itu diolok-olok saat masuk ke gedung parlemen dan ditolak saat hendak disumpah menjadi anggota parlemen. Bahkan, kewarganegaraannya dicoret dan kehilangan kursi di parlemen.
Namun kini, kehadiran keempat perempuan itu, meningkatkan citra AKP dan menyebabkan oposisi jadi serba salah. “Dengan mengenakan hijab, maka tercipta persepsi bahwa mereka di pihak yang lemah,” tutur Muhareem Ince, wakil ketua grup CHP.
“Kami tidak akan melihatnya sebagai korban saat kekuasaan Ardogan sangat besar,” tambahnya. Sejauh ini belum jelas apakah pemakaian hijab di Turki bakal berdampak bagi Turki yang masih berupaya keras agar bisa bergabung dalam Uni Eropa.
“Sebaiknya pemakaian hijab tidak diwajibkan. Beri perempuan kebebasan untuk menentukan pilihannya,” ujar Ria Oomen-Ruijten, penulis notulen rapat di parlemen Turki. (inilah/ded/dakwatuna)

 Redaktur: Deddy Sussantho


Sumber: http://www.dakwatuna.com/2013/11/04/41631/perempuan-turki-kini-boleh-berjilbab-di-parlemen/#ixzz2nvHth7Lo 

Selasa, 17 Desember 2013

Puisi

Wanita Berjilbab Putih
Terlihat mentari mulai terlelap di batas cakrawala.
Terlihat kegelapan mulai datang dari batas dunia..
Terlihat kaki mu melangkah cepat.
Bergerak dengan ringan bagai melayang di atas bumi..
Wanita berjilbab putih menembus kabut yang berusaha menghadang niat.
Tapi seruan yang berkumandang membuat tekadnya semakin kuat.
Wanita berjilbab putih berjuang melawan arus dunia.
Berdiri tegak menantang zaman yang semakin suram dalam keangkuhan.
Wanita berjilbab putih..
Kau adalah lambang generasi pejuang, yang selalu mencoba menegakan iman tanpa gentar..

Menjaga Kehormatan Wanita dengan Berhijab

      Berhijab merupakan kewajiban yang harus ditunaikan bagi setiap wanita muslimah. Hijab merupakan salah satu bentuk pemuliaan terhadap wanita yang telah disyariatkan dalam Islam. Dalam mengenakan hijab syar’i haruslah menutupi seluruh tubuh dan menutupi seluruh perhiasan yang dikenakan dari pandangan laki-laki yang bukan mahram. Hal ini sebagaimana tercantum dalam firman Allah Ta’ala:
وَلا يُبْدِينَ زِينَتَهُنَّ
“dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya.” (Qs. An-Nuur: 31)

      Mengenakan hijab syar’i merupakan amalan yang dilakukan oleh wanita-wanita mukminah dari kalangan sahabiah dan generasi setelahnya. Merupakan keharusan bagi wanita-wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam untuk meneladani jejak wanita-wanita muslimah pendahulu meraka dalam berbagai aspek kehidupan, salah satunya adalah dalam masalah berhijab. Hijab merupakan cermin kesucian diri, kemuliaan yang berhiaskan malu dan kecemburuan (ghirah). Ironisnya, banyak wanita sekarang yang menisbatkan diri pada islam keluar di jalan-jalan dan tempat-tempat umum tanpa mengenakan hijab, tetapi malah bersolek dan bertabaruj tanpa rasa malu. Sampai-sampai sulit dibedakan mana wanita muslim dan mana wanita kafir, sekalipun ada yang memakai kerudung, akan tetapi kerudung tersebut tak ubahnya hanyalah seperti hiasan penutup kepala.

      Dari ‘Aisyah radhiyallahu ‘anha, ia berkata:
“Semoga Alloh merahmati para wanita generasi pertama yang berhijrah, ketika turun ayat:
“dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung kedadanya,” (Qs. An-Nuur: 31)
“Maka mereka segera merobek kain panjang/baju mantel mereka untuk kemudian menggunakannya sebagai khimar penutup tubuh bagian atas mereka.”

      Subhanallah… jauh sekali keadaan wanita di zaman ini dengan keadaan wanita zaman sahabiah.
Sebagaimana dijelaskan sebelumnya bahwa hijab merupakan kewajiban atas diri seorang muslimah dan meninggalkannya menyebabkan dosa yang membinasakan dan mendatangkan dosa-dosa yang lainnya. Sebagai bentuk ketaatan kepada Allah dan rasul-Nya hendaknya wanita mukminah bersegera melaksanakan perintah Alloh yang satu ini.

      Allah ‘Azza wa Jalla berfirman: “Dan tidaklah patut bagi mukmin dan tidak (pula) bagi mukminah, apabila Allah dan rasul-Nya telah menetapkan suatu ketetapan, kemudian mereka mempunyai pilihan (yang lain) tentang urusan mereka, dan barangsiapa mendurhakai Allah dan rasul-Nya. Maka sungguhlah dia telah sesat, dengan kesesatan yang nyata.” (Qs. Al-Ahzab: 36)

Mengenakan hijab syar’i mempunyai banyak keutamaan, diantaranya:
Menjaga kehormatan.
Membersihkan hati.
Melahirkan akhlaq yang mulia.
Tanda kesucian.
Menjaga rasa malu.
Mencegah dari keinginan dan hasrat syaithoniah.
Menjaga ghirah.

Cara Berhijab (Berjilbab) yang Benar Menurut Al Qur’an dan As Sunnah
Beberapa hal yang tidak diperbolehkan dalam berhijab :
1. ADA SEBAGIAN RAMBUT YANG TIDAK TERTUTUP
2. TELINGA ATAU SEBAGIAN TELINGA TERLIHAT
3. GIWANG TERSEMBUL DARI BALIK KAIN KERUDUNG
4. LEHER TIDAK TERTUTUP SELURUHNYA
5. DADA TIDAK TERTUTUP SAMA SEKALI ATAU HANYA TERTUTUP SEBAGIAN OLEH KAIN KERUDUNG
6. KAIN KERUDUNG DAN/ATAU PAKAIAN TIPIS SEHINGGA TEMBUS PANDANG
7. MENGENAKAN MAKE-UP
8. MENCABUTI BULU ALIS
9. MENGENAKAN WEWANGIAN (PARFUM)
10. MEMPERLIHATKAN PERHIASANNYA DARI BALIK HIJAB (MIS. KALUNG)
11. MEMPERLIHATKAN KAKINYA
12. MENGENAKAN PAKAIAN ALA BARAT ATAU PAKAIAN WANITA KAFIR DENGAN MENGENAKAN KERUDUNG
13. MENGENAKAN CELANA PANJANG / CELANA KETAT SEHINGGA MEMBENTUK LEKUK-LEKUK TUBUH
14. PAKAIANNYA TIDAK SELARAS DENGAN KESEDERHANAAN JILBAB/ABAYA
15. MENYASAK TINGGI ATAU MENYANGGUL RAMBUTNYA DI BALIK KAIN KERUDUNG SEHINGGA MENYERUPAI “PUNUK UNTA” ATAU IA MELETAKKAN SESUATU DI BALIK KAIN KERUDUNGNYA YANG MENYERUPAI “PUNUK UNTA”
16. ABAYA/GAMIS YANG DIKENAKAN TERLALU BANYAK HIASAN (PITA, PAYET, DAN BERBAGAI HIASAN LAINNYA)
17. WARNA HIJABNYA TERLALU CERAH SEHINGGA MENARIK PERHATIAN LAWAN JENIS
18. LENGAN DAN/ATAU PERGELANGAN TANGANNYA TERLIHAT
19. MENGENAKAN ALAS KAKI HAK TINGGI ATAU ALAS KAKI YANG MENIMBULKAN SUARA
20. BERJALAN DENGAN CARA YANG DIBUAT-BUAT AGAR MENARIK

sumber : http://technokers.com/hijabcantik/artikel-tentang-hijab/

Siapkah Untuk berjilbab Syar’i?

Pengertian jilbab secara etimologis, jilbab berasal dari bahasa Arab yang artinya pakaian longgar. Jilbab is wide shirt or long veil yang artinya Jilbab adalah kemeja yang lebar/ kerudung yang panjang.
Kerudung atau Jilbab merupakan kata yang tidak asing lagi di telinga kita karena  peminat yang jumlahnya semakin hari semakin bertambah bukan hanya dari kalangan orang tua tetapi juga para remaja. Suatu kain yang digunakan sebagai penutup aurat wanita yang kini menjadi trend di dunia fashion para wanita muslimah.Seiring dengan perkembangan zaman, banyak terdapat model dan tipe-tipe jilbab disugguhkan kepada wanita muslimah untuk mempercantik diri yang bisa dijadikan pilihan. Bahkan sampai diadakan suatu pameran untuk mengenalkan produk jilbab dengan berbagai model.

Dewasa ini sering kali kita menjumpai wanita-wanita muslimah yang menggunakan berbagai model jilbab. Misalnya saja di kalangan mahasiswa, terdapat berbagai mode jilbab yang mereka kenakan seperti jilbab angka Sembilan, punuk onta ,dll. Hal ini menunjukkan bahwa kini keberadaan jilbab lebih banyak dijadikan tuntutan fashion, tentu saja ini sudah cukup jauh melenceng dari hakikat berjilbab yang sebenarnya. Yang seharusnya berjilbab semata-mata karna untuk mendapatkan ridho-Nya.

Katakanlah kepada wanita yang beriman: “Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kudung kedadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putera-putera mereka, atau putera-putera suami mereka, atau saudara-saudara laki-laki mereka, atau putera-putera saudara lelaki mereka, atau putera-putera saudara perempuan mereka, atau wanita-wanita islam, atau budak-budak yang mereka miliki, atau pelayan-pelayan laki-laki yang tidak mempunyai keinginan (terhadap wanita) atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat wanita…” (An-Nur:31).
Tahukan? Berarti kalau kita pakai jilbab harus mengulurkannya. Lebih baik lagi jika lebih panjang dari dada. Oke, kalau masih ragu. Pikirkan lagi, ini perintah Allah. Ini bukan hadits. Ini adalah ayat Al-Qur’an. Masihkah kalian ragu untuk taat?

Memang tak mudah untuk menjadi “jilbabers” yang jilbabnya panjang. Namun sudah selayaknya kita perlahan-lahan belajar untuk mentaati perintah Allah. 
Dan inilah beberapa manfaat mengenakan jilbab, :
1.Terlindungi dari sengatan panas matahari.
 Faktanya sekarang adalah wanita-wanita yang tak mengenakan jilbab jika keluar rumah dan berjalan pasti akan merasakan panas, rambut yang lembab, lepek, terus rambutnya jadi kusam,dan kurang nutrisi. tapi muslimah-muslimah yang memakai jilbab pasti akan terlindungi. Sebab rambutnya ditutupi oleh kain yang panjang dan tidak tipis. Ini membuat rambut tak akan kehilangan nutrisinya.
2.Terjaga kehormatannya dan Pria pun segan untuk menggodanya
Mungkin kita sering jumpai,  Jika wanita yang tidak memakai jilbab lalu jalan di depan laki-laki. Sering kali lali-laki menggoda dan biasanya  berkata, “Siut..Siut!”. Iya bukan? Tapi jika muslimah berjalan tapi mungkin saja karena tak ada jalan lain harus melewati seorang laki-laki, laki-laki itu malah berkata” Assalamua’alikum”. Kalau mengalami hal tersebut salamnya cukup dijawab dalam hati.
3.Termotivasi untuk terus menuntut ilmu
Mungkin bagi orang-orang yang telah berjilbab kerap kali ditanya-tanya tentang jilbab dan berbagai hal  . Nah , dari sini membuat kita terus belajar dan memperdalam pengetahuan kita tentang jilbab. Sudah benarkan cara kita berjilbab? Sudah sesuaikah dengan yang ditetapkan agama islam?.
5.Kemuliaan  Terlihat
Allah dan Rasul-Nya sangat memuliakan wanita. Rambut wanita yang diperlihatkan menjadi mahkota yang biasa-biasa saja. Karena semua orang sudah tahu seperti apa mahkotanya. tapi wanita muslimah yang memakai jilbabnya menjadikan dirinya mulia dan tertanda bahwa tidak sembarangan orang yang boleh tahu seperti apa rambutnya. Yakinlah bahwa semua yang telah ditetapkan Allah untuk hambanya pasti sangat bermanfaat.
`           Nah , sekarang kita tinggal tentukan kita mau berjilbab gaul atau sesuai dengan syari’at. Mungkin bagi kita yang pemahaman tentang agama masih sedikit , begitu juga saya sulit untuk memulai berjilbab sar’i . Semua pilihan ditangan kita, tapi kita selalu berusaha untuk mentaati perintah Allah. semoga kita selalu berada dalam perlindungan Allah SWT. Amin :)

Jilbab muslimah sesuai tuntunan syariat dan assunnah

 
Jilbab muslimah sesuai tuntunan syariat dan assunnah. Jilbab merupakan bagian dari syari’at, Jilbab bukanlah sekedar identitas atau menjadi hiasan semata dan juga bukan penghalang bagi seorang muslimah untuk menjalankan aktivitas kehidupannya. Menggunakan jilbab yang sesuai dengan tuntunan adalah wajib sama dengan ibadah-ibadah lainnya seperti sholat, puasa yang diwajibkan bagi setiap muslim.

apa beda antara jilbab dengan hijab?
Syaikh Al Bani rahimahullah mengatakan,“Setiap jilbab adalah hijab, tetapi tidak semua hijab itu jilbab, sebagaimana yang tampak.”Sehingga memang terkadang kata hijab dimaksudkan untuk makna jilbab. Adapun makna lain dari hijab adalah sesuatu yang menutupi atau meghalangi dirinya, baik berupa tembok, sket ataupun yang lainnya. Inilah yang dimaksud dalam firman Allah Subhanahu wa Ta’ala dalam surat al-Ahzab ayat 53,“Hai orang-orang yang beriman, janganlah kamu memasuki rumah-rumah nabi kecuali bila kamu diberi izin… dan apabila kamu meminta sesuatu keperluan kepda mereka(para istri Nabi), maka mintalah dari balik hijab…

SYARAT-SYARAT PAKAIAN MUSLIMAH
1. Menutup Seluruh Badan Kecuali Yang Dikecualikan.
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,“Hai Nabi, katakanlah kepada isteri-isterimu, anak-anak perempuanmu dan isteri-isteri orang mu’min: ‘Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.’ Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”(QS. Al Ahzab: 59).
Katakanlah kepada wanita yang beriman: Hendaklah mereka menahan pandangannya, dan kemaluannya, dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya, kecuali yang (biasa) nampak dari padanya…”(QS. An Nuur: 31).
Tentang ayat dalam surat An Nuur yang artinya“kecuali yang (biasa) nampak dari padanya”, maka terdapat perbedaan pendapat di kalangan ulama sehingga membawa konsekuensi yang berbeda tentang hukum penggunaan cadar bagi seorang muslimah. Dari syarat pertama ini, maka jelaslah bagi seorang muslimah untuk menutup seluruh badan kecuali yang dikecualikan oleh syari’at. Catatan penting dalam poin ini adalah penggunaan khimar yang merupakan bagian dari syari’at penggunaan jilbab sebagaimana terdapat dalam ayat selanjutnya dalam surat An Nuur ayat 31 Dan hendaklah mereka menutupkan khimar ke dadanya.”Khumur merupakan jamak dari kata khimar yang berarti sesuatu yang dipakai untuk menutupi bagian kepala. Sayangnya, pemakaian khimar ini sering dilalaikan oleh muslimah sehingga seseorang mencukupkan memakai jilbab saja atau hanya khimar saja. Dalam hadits dari Sa’id bin Jubair mengenai ayat dalam surat Al Ahzab di atas, ia berkata,“Yakni agar mereka melabuhkan jilbabnya. Sedangkan yang namanya jilbab adalah qina’ (kerudung) di atas khimar. Dari ‘Aisyah radhiallahu’anha, ia berkata, Seorang wanita dalam mengerjakan shalat harus mengenakan tiga pakaian: baju, jilbab dan khimar.”(HR. Ibnu Sa’ad, isnadnya shahih berdasarkan syarat Muslim).
Namun terdapat keringanan bagi wanita yang telah menopause yang tidak ingin kawin sehingga mereka diperbolehkan untuk melepaskan jilbabnya, sebagaimana terdapat dalam surat An Nuur ayat 60 “Dan perempuan-perempuan tua yang telah terhenti (dari haid dan mengandung) yang tiada ingin kawin (lagi), tiadalah atas mereka dosa menanggalkan pakaian mereka dengan tidak (bermaksud) menampakkan perhiasan, dan berlaku sopan adalah lebih baik bagi mereka. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Bijaksana.”
Ibnu Abbas radhiallahu’anhu mengatakan bahwa yang dimaksud dengan kata “pakaian” pada ayat di atas adalah “jilbab” dan hal serupa juga dikatakan oleh Ibnu Mas’ud. (Dikeluarkan oleh Abu Dawud dan Al Baihaqi). Dapat pula diketahui di sini, bahwa pemakaian khimar yang dikenakan sebelum jilbab adalah menutupi dada.
2. Bukan Berfungsi Sebagai Perhiasan
Hal ini sebagaimana terdapat dalam surat An Nuur ayat 31,“…Dan janganlah mereka menampakkan perhiasannya…”Ketika jilbab dan pakaian wanita dikenakan agar aurat dan perhiasan mereka tidak nampak, maka tidak tepat ketika menjadikan pakaian atau jilbab itu sebagai perhiasan karena tujuan awal untuk menutupi perhiasan menjadi hilang. Tolak ukur “Pakaian perhiasan ataukah bukan adalah berdasarkan ‘urf (kebiasaan).” (keterangan dari Syaikh Ali Al Halabi). Sehingga suatu warna atau motif menarik perhatian pada suatu masyarakat maka itu terlarang dan hal ini boleh jadi tidak berlaku pada masyarakat lain.
3. Kainnya Harus Tebal, Tidak Tipis
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda tentang dua kelompok yang termasuk ahli neraka dan beliau belum pernah melihatnya,“Dua kelompok termasuk ahli neraka, aku belum pernah melihatnya, suatu kaum yang memiliki cambuk seperti ekor sapi, mereka memukul manusia dengan cambuknya dan wanita yang kasiyat (berpakaian tapi telanjang, baik karena tipis atau pendek yang tidak menutup auratnya), mailat mumilat (bergaya ketika berjalan, ingin diperhatikan orang), kepala mereka seperti punuk onta. Mereka tidak masuk surga dan tidak mendapatkan baunya, padahal baunya didapati dengan perjalanan demikian dan demikian.”(HR. Muslim 3971, Ahmad 8311 dan Imam Malik 1421).
Syaikh albani menegaskan,“Yang tipis (transparan) itu lebih parah dari yang menggambarkan lekuk tubuh (tapi tebal).”Bahkan kita ketahui, bahan yang tipis terkadang lebih mudah dalam mengikuti lekuk tubuh sehingga sekalipun tidak transparan, bentuk tubuh seorang wanita menjadi mudah terlihat.
4. Harus Longgar, Tidak Ketat
Selain kain yang tebal dan tidak tipis, maka pakaian tersebut haruslah longgar, tidak ketat, sehingga tidak menampakkan bentuk tubuh wanita muslimah. Hal ini sebagaimana terdapat dalam hadits dari Usamah bin Zaid ketika ia diberikan baju Qubthiyah yang tebal oleh Rasulullah, ia memberikan baju tersebut kepada istrinya. Ketika Rasulullah mengetahuinya, beliau bersabda, “Perintahkanlah ia agar mengenakan baju dalam di balik Qubthiyah itu, karena saya khawatir baju itu masih bisa menggambarkan bentuk tubuh.”(HR. Ad Dhiya’ Al Maqdisi, Ahmad dan Baihaqi dengan sanad hasan). Maka tidak tepat jika seseorang mencukupkan dengan memakai rok, namun ternyata tetap memperlihatkan pinggul, kaki atau betisnya.
5. Tidak Diberi Wewangian atau Parfum
Perhatikanlah salah satu sabda Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berkaitan tentang wanita-wanita yang memakai wewangian ketika keluar rumah, “Siapapun perempuan yang memakai wewangian, lalu ia melewati kaum laki-laki agar mereka mendapatkan baunya, maka ia adalah pezina.”(HR. Tirmidzi). Siapapun perempuan yang memakai bakhur, maka janganlah ia menyertai kami dalam menunaikan shalat isya’.”(HR. Muslim).
Syaikh Al Bani berkata,“Wewangian itu selain ada yang digunakan pada badan, ada pula yang digunakan pada pakaian.” Maka hendaknya kita lebih berhati-hati lagi dalam menggunakan segala jenis bahan yang dapat menimbulkan wewangian pada pakaian yang kita kenakan keluar. Produk yang memang secara tidak langsung dan tidak bisa dihindari membuat pakaian menjadi wangi semisal deterjen yang digunakan ketika mencuci dibolehkan.
6. Tidak Menyerupai Pakaian Laki-Laki
Terdapat hadits-hadits yang menunjukkan larangan seorang wanita menyerupai laki-laki atau sebaliknya (tidak terbatas pada pakaian saja). Salah satu hadits yang melarang penyerupaan dalam masalah pakaian adalah hadits dari Abu Hurairah radhiallahu’anhu, ia berkata: “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pria yang memakai pakaian wanita dan wanita yang memakai pakaian pria.”(HR. Abu Dawud).
Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah berkata,“Kesamaan dalam perkara lahir mengakibatkan kesamaan dan keserupaan dalam akhlak dan perbuatan.”Dengan menyerupai pakaian laki-laki, maka seorang wanita akan terpengaruh dengan perangai laki-laki dimana ia akan menampakkan badannya dan menghilangkan rasa malu yang disyari’atkan bagi wanita.
7. Tidak Menyerupai Pakaian Wanita-Wanita Kafir
Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman,“Belumkah datang waktunya bagi orang-orang yang beriman, untuk tunduk hati mereka mengingat Allah dan kepada kebenaran yang telah turun (kepada mereka), dan janganlah mereka seperti orang-orang yang sebelumnya telah diturunkan Al Kitab kepadanya, kemudian berlalulah masa yang panjang atas mereka lalu hati mereka menjadi keras. Dan kebanyakan di antara mereka adalah orang-orang yang fasik.”(QS. Al Hadid [57]: 16)Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah berkata,“Firman Allah, ‘Janganlah mereka seperti…’ merupakan larangan mutlak dari tindakan menyerupai mereka….”(Al Iqtidha, dikutip oleh Syaikh Al Bani)
8. Bukan Pakaian Untuk Mencari Popularitas“Barangsiapa mengenakan pakaian syuhrah (untuk mencari popularitas) di dunia, niscaya Allah mengenakan pakaian kehinaan pada hari kiamat, kemudian membakarnya dengan api naar. ”Adapun libas syuhrah (pakaian untuk mencari popularitas) adalah setiap pakaian yang dipakai dengan tujuan meraih popularitas di tengah-tengah orang banyak, baik pakaian tersebut mahal, yang dipakai seseorang untuk berbangga dengan dunia dan perhiasannya, maupun pakaian yang bernilai rendah yang dipakai seseorang untuk menampakkan kezuhudan dan dengan tujuan riya.

Artikel tentang kewajiban berjilbab



Sebagai seorang muslim sudah selayaknya kita memahami bahwa menutup aurat merupakan kewajiban kita sebagai seorang muslim. Allah telah memberikan karunia-Nya yang sangat besar berupa bentuk yang sempurna, Kita diciptakan oleh Allah SWT dalam sebaik-baik bentuk. Seorang muslimah tentunya selalu ingin tampil menarik akan tetapi penampilan yang menarik adalah penampilan yang sesuai dengan syariat yang telah ditetapkan oleh Allah SWT. Salah satunya adalah dengan memerintahkan  memakai jilbab sebagai penyempurna kewajiban bagi seorang muslimah yang sudah baligh. seperti halnya sholat lima waktu, perintah berjilbab pun sudah ditetapkan di dalam Al Qur’an, merupakan perintah yang datangnya langsung dari Allah SWT.Dan tidak bias ditawar-twar lagi. Sebagaimana firman Allah di dalam QS. Al Ahzab : 59 yang artinya :“Hai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak-anak perempuanmu dan istri-istri orang mukmin, hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka. Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak diganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”
Dan ternyata perintah berjilbab tidak hanya ditegaskan sekali saja, namun masih ada ayat lain yang juga memperkuat hukum berjilbab :
“Dan katakanlah kepada para wanita yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Dan hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya….” ( QS. An-Nur: 31)
Nah, jangan keliru dan salah menafsirkan ayat-ayat ini. Bukan berarti bahwa hanya istri Nabi dan putri Nabi saja yang diwajibkan berjilbab. Kita semua sebagai muslimah diwajibkan berjilbab. . Hal ini adalah bentuk kasih sayang Allah kepada hamba-Nya khususnya wanita, yakinlah bahwa Allah mengatur semua ini hanya untuk kebaikan hambanya.  Allah SWT telah memuliakan para wanita dengan syariat berhijab. Ketahuilah, bahwa syariat berhijab adalah salah satu bentuk penghargaan Islam kepada kaum wanita. Aurat wanita begitu berharga, maka tidak pantas untuk diumbar dan dinikmati oleh yang tidak berhak. Sudah selayaknya ia terjaga dan terpelihara karena tidak ternilai oleh apa pun juga.
            Namun pada kenyataannya masih banyak muslimah yang enggan menutup auratnya dengan berjilbab , alasan yang paling sering dikatakan adalah “belum siap untuk berjlbab”, sebenarnya alasan tersebut
Pertama: Yang penting hatinya dulu yang dihijabi. Alasan, semacam ini sama saja dengan alasan orang yang malas shalat lantas mengatakan, “Yang penting kan hatinya.” Inilah alasan orang yang punya pemahaman bahwa yang lebih dipentingkan adalah amalan hati.Namun sebenarnya tidak cukup iman itu dengan hati, namun harus dibuktikan pula dengan amalan.
Kedua: Bagaimana jika berjilbab namun masih menggunjing. Alasan seperti ini pun sering dikemukakan. Perlu diketahui, dosa menggunjing (ghibah) itu adalah dosa tersendiri. Namun tidak semua yang berjilbab punya sifat semacam itu. Lantas kenapa ini jadi alasan untuk enggan berjilbab? Perlu juga diingat bahwa perilaku individu tidak bisa menilai jeleknya orang yang berjilbab secara umum. Bahkan banyak wanita yang berjilbab dan akhlaqnya sungguh mulia. Jadi kewajiban orang yang hendak berjilbab untuk tidak menggunjing.
 Ketiga: Belum siap mengenakan jilbab. Kalau tidak sekarang, lalu kapan lagi? Apa tahun depan? Apa nanti jika sudah pipi keriput dan rambut beruban? Setan dan nafsu jelek biasa memberikan was-was semacam ini, supaya seseorang menunda-nunda amalan kebaikan. Ingatlah kita belum tentu tahu jika besok shubuh kita masih diberi kehidupan. Dan tidak ada seorang pun yang tahu bahwa satu jam lagi, ia masih menghirup nafas. Oleh karena itu, tidak pantas seseorang menunda-nunda amalan.
Jadi buat teman-teman yang belum berjilbab atau yang ingin berjilbab segeralah mulai untuk berjilbab. Jangan ditunda-tunda lagi selagi masih ada waktu.